Tuesday, 26 November 2013

Use Somebody Lyrics

USE SOMEBODY
I've been roaming around, always looking down, at all I see
Painted faces fill the places I can't reach
You know that I could use somebody
You know that I could use somebody
Someone like you, and all you know, and how you speak
Countless lovers undercover of the street
You know that I could use somebody
You know that I could use somebody
Someone like you
(Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
(Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
(Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
(Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Off in the night, while you live it up I'm off to sleep
Waging wars to shape the poet and the beat
I hope it's gonna make you notice
I hope it's gonna make you notice
Someone like me (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Someone like me (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Someone like me, somebody (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
(Go and let it out, go and let it out)
(Go and let it out, go and let it out)
(Go and let it out, go and let it out, go and let it out) (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Someone like you, somebody (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Someone like you, somebody (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
Someone like you, somebody (Oh-Whoa-Oh, Oh-Whoa-Oh)
I've been roaming around, always looking down, at all I see

KINGS OF LEON

SBY temporarily dismisses Akil Mochtar

SBY temporarily dismisses Akil Mochtar from chief justice post

President Susilo Bambang Yudhoyono has announced his decision to temporarily dismiss Akil Mochtar from his current post as Constitutional Court chief justice to focus on the questioning process over bribery charges.  

Besides the dismissal, SBY had also announced that the government would issue a government regulation in-lieu of law (Perpu) stipulating a stricter justice recruitment process. He said the government would go all out to prevent all political interests from future recruitment processes, Kompas.com reported on Saturday.

The president had also said that the Court would be monitored by the Judicial Commission (KY) in carrying its duties from now on. 

“I expect no resistance from the Court on this because we are doing this in order to save its institutional dignity,” he said.

Former chief justice Akil Mochtar was arrested and named a suspect by KPK investigators on Wednesday night after allegedly received a bribe  from Golkar lawmaker Chairun Nisa and a businessman named Cornelis.


The day after that, KPK had also named Akil as suspect for another case, the Lebak elections legal dispute. Akil was charged of receiving Rp 1 billion of bribe money from businessman Tubagus Chaeri Wardana, the sibling of Banten Governor Ratu Atut Choisiyah through a lawyer Susi Tur Handayani(dic)

Laporan Surah ar-Rahman

LAPORAN SURAT AR-RAHMAN
(AKHLAK TASAWUF)
Description: D:\Pictures\logo-uin-baru.jpg

Di susun oleh:
Syaviera Dena Ananda (1113051000145)
KPI 1D

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2013 M/ 1434 H

ISI LAPORAN

a.     Identitas

Nama   : Syaviera Dena Ananda
NIM    : 1113051000145
Kelas   : KPI 1D
Pukul   : 19.00 WIB
Tempat: di Kamar
Kondisi: tenang

b.      10 ayat yang paling mengesankan
                                   
                                                                                            Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_3 (1).png                                            
“Dia menciptakan manusia”
Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_13.png
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah kamu dustakan?” Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_14.png
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar” Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_15.png
“dan Dia menciptakan jin dari nyala api” Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_17.png
“Tuhan yang memlihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya” Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_24.png
“Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layaknya di lautan laksana gunung-gunung”Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_26.png
“Semua yang ada di Bumi itu akan binasa” Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_46.png
“Dan bagi orang-orang yang takut akan saat mengahadap Tuhannya ada dua surga”Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_52.png
“Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan”

Description: C:\Users\Putri\Pictures\55_56.png
“Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.

b.     Alasan menyukai 10 ayat diatas

Arti dari 10 ayat diatas sangat mengesankan dan mempunyai banyak makna. 10 ayat tersebut diatas juga membuat saya merinding dan kagum atas kebesaran Allah SWT. Dan mengingat semua atas ancaman dan pahala yang diberikan Allah SWT.


c.      Pesan  Rahasia, Pelajaran, Hikmah

Resapilah, hayatilah saat membaca surat ini, karena ini sangat mengesankan dan membuat kita untuk menjadi manusia yang sering mengingat Allah SWT. Didalam surat ini banyak rahasia kebesaran Allah diantaranya: Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, menciptakan jin dari nyala api, Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung dan masih sangat banyak lagi. Pelajaran yang kita dapat adalahj mengetahui semua ciptaan Allah, ancaman Allah terhadap perbuatan durhaka dan pahala bagi orang bertakwa. Hikmah yang teradapat surat ini kita mengetahui kebesaran Allah SWT, keagungan Allah SWT dan membuat kita menyadari akan semua ciptaan Allah SWT.

d.     Manfaat praktikum dalam kehidupan sehari-hari
Manfaat surat ini dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengingat ancaman Allah SWT apabila kita sedang melakukan kesalahan. Menjaga alam yang sudah diciptakan oleh Allah SWT.

e.      Surat-surat yang pernah dihafal
QS: 1,114,113,112,111,110,109,108,107,106105,104,103,102,101,99,97,95,94,93,87,

F. Kesimpulan
Surah Ar-Rahman terdiri dri 78 ayat, surat ke-55. Surah Ar-Rahman diturunkan di Makkiyah. Allah Yang Maha Pemurah telah menciptakan semua yang ada di dunia ini kecuali gedung dan lainnya yang terbuat dari tangan manusia. Allah SWT juga telah menegur kita dengan lewat surat Ar-Rahman ini, apabila kita melakukan perbuatan durhaka. Dan Allah SWT menggambarkan pahala bagi orang yang bertakwa.




Pengalaman Saya

CARA MUDAH MENDAPATKAN QURBAH ATAU MAIYAH
Nama              : Syaviera Dena Ananda
Nim                 : 1113051000145
Kelas                : KPI1D
Mata Kuliah    : Akhlak Tasawuf
Pengalaman saya Dena mengamalkan surah ar-Rahman setiap setelah shalat Fardhu
Pengalaman saya setelah membaca dan mengamalkan surah ar-Rahman ayat 1-4 adalah saya lebih merasakan nikmat, sadar akan semua ke-Esaan Allah SWT sebagai pencipta, dengan segala ciptaan yang telah diciptakan. Saya merasakan sifat Allah yang Maha Pemurah, saya telah dilancarkan dalam mengerjakan tugas-tugas terutama tugas laporan bacaan akhlak tasawuf. Maka dari itu saya sangat bersyukur bisa mengamalkan surah ini dan saya yakin Allah SWT akan membantu hambanya yang bersungguh-sunguh.
Surah ar-Rahman membuat saya berfikir tentang betapa seramnya ancaman Allah terhadap perbuatan neraka. Dengan saya tau itu, saya berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan semua kewajiban saya. Karena disini juga digambarkan betapa indahnya pahala bagi orang yang bertakwa.

Di surah ar-rahmah juga sudah jelas semua akan ciptaan-ciptaan Allah SWT. Dengan itu, saya lebih menjaga dan menghargai lagi semua ciptaan Allah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah kamu dustakan.

Sosiologi Agama

Agama dan Masyarakat

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Agama

                      

Description: D:\Pictures\logo-uin-baru.jpg




Disusun Oleh:
Nurdiansyah
 Fachrudin Afriansyah
Mutiara Annisa
Syaviera Dena Ananda



JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2013 M/ 1434 H

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Agama dan Masyarakat” tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Agama. Dalam makalah ini, kami akan membahas beberapa hal mengenai Tentunya dalam penulisan makalah ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan baik dari segi penulisan maupun dalam segi isi/ pembahasan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik untuk tugas selanjutnya. Tidak lupa pula, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta mendukung dalam penulisan makalah yang sederhana ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Agama memberikan penjelasam bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi untuk berakhlak baik atau buruk potensi buruk akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan naluri. Hubungan agama dan masyarakat dikaitkan dalam budaya. Agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaan. Masyarakat juga melestrakian budaya, karena masyarakat yang menjalankan.

B.   Tujuan
a.       Untuk mengetahui definisi agama dan masyarakat
b.       Untuk mengetahui teori fungsional agama
c.        Untuk mengetahui fungsi agama



BAB II PEMBAHASAN

A.   Definisi Agama dan Masyarakat
Definisi Agama dan Mayarakat terbagi beberapa pendapat, diantaranya:
·         Menurut Mark Twain Manusia adalah binatang beragama, sementara Mircea Eliade menyebutnya homo religius. Karena sifatnya yang demikian, maka tidak ada masyarakat, baik pada masa lampau dan sekarang, yang tidak beragama.
·          Menurut Talcot Parsons Agama merupakan suatu komitmen terhadap perilaku. Agama tidak hanya berkembang denganide saja, tetapi merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar. Agama berfungsi mengintegrasikan perilaku masyarakat, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang langsung berasal dari Tuhan. Agama tidak hanya kepercayaan, tetapi perilaku atau amalan.

B.   Teori Fungsional
Teori Fungsional Masyarakat merupakan suatu sistem sosial, yang unsur-unsurnya saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Perubahan salah satu bagian akan mempengaruhi bagian lain, yang akhirnya mempunyai dampak terhadap kondisi sistem secara keseluruhan. Masyarakat dan kebudayaan merupakan dwi tunggal yang sukar dibedakan. Di dalamnya tersimpul sejumlah pengetahuan yang terpadu dengan kepercayaan dan nilai, yang menentukan perilaku anggota masyarakat. Dengan kata lain, di dalam kebudayaan tersimpul suatu simbol maknawi (symbolic system of meaning). Dilihat dari terminologi kebudayaan, agama merupakan cultural universal, artinya agama terdapat di setiap daerah kebudayaan. Salah satu prinsip teori fungsional adalah segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya.
·         Menurut Milton Yinger, dari sudut pandangan fungsional, agama dan non-agama adalah suatu kontium. Misalnya Newton mengatakan kegiatan ahli ilmu kealaman bersifat keagamaan, baginya hukum-hukum alam adalah hukum Tuhan.Einstein menganggap penemuan benda-benda langit merupakan rangsangan terhadap semangat keagamaan.
Bronislow Malinowski menegaskan, bahwa kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi agar tidak terjadi ketimpangan sosial. Namun di dalam kehidupan manusia senantiasa terdapat konflik antara rencana dan kenyataan. Menurutnya agama berperan memberikan peluang kepada manusia bahwa ada sumber kekuatan dan harapan yang lebih besar dari yang dimiliki oleh manusia sendiri. Adanya kasus kematian yang membingungkan dan sukar diatasi manusia, menurut Malinowski merupakan sumber utama dari lahirnya kepercayaan agama.

C.   Fungsi Agama
Fungsi Agama menurut beberapa pendapat:
a.     Robert K. Merton mengatakan adanya dua fungsi yang diperankan oleh agama: 1.Fungsi manifest, yaitu fungsi yang disadari dan disengaja. Misalnya kebutuhan menyembah Tuhan, melaksanakan ibadah dll. 2.Fungsi latin, yaitu fungsi yang tersembunyi, tidak disadari dan tidak disengaja. Misalnya memenuhi kebutuhan manusia.


b.     Fungsi agama dilihat dari pemenuhan sebagian atau seluruh kebutuhan manusia:
1.Inklusifitas, memandang agama sebagai aturan Tuhan yang sempurna untuk menjadi pedoman hidup manusia di dunia dan akhirat. 2.Eksklusifitas, agama dipandang hanya berkaitan dengan masalah-masalah akhirat.
       c. A.R. Radcliffe Brown, fungsi-fungsi dari kebanyakan pola-pola sosial bukan harus ditelusuri dari kebutuhan individu, tapi pada kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, takut neraka atau mati, tidak akan ada jika agama tidak mengajarkannya. Menurutnya fungsi agama bukan menghilangkan kecemasan, tetapi malah mungkin menciptakan atau memperbesar kecemasa
d.  Brown, agama juga berfungsi untuk mencegah perilaku yang menyimpang. Pada kebanyakan masyuarakat, di samping sangsi formal sebagai kontrol masyarakat, agama berperan juga sebagai pengendali masyarakat. Pada masyarakat-masyarakat yang bersahaja, bahkan penyimpangan terhadap norma-norma agama merupakan hal yang tabu. Keadaan yang sama juga berlaku bagi orang yang taat beragama, yaitu pantang baginya untuk melanggar norma-norma agamanya.
e. Thomas O’dea
1.Agama menyajikan dukungan moral dari sarana emosional, pelipur di saat manusia menghadapi ketidakastian.
2.Agama menyajikan sarana hubungan transendental melalui ibadat, yang menimbulkan rasa damai dan identitas diri baru yang menyegarkan.
3.Agama mengesahkan, memperkuat, memberi legitimasi dan mensucikan nilai dan norma masyarakat yang telah mapan, dan membantu mengendalikan ketenteraman, ketertiban, dan stabilitas masyarakat.
4.Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai-nilai dan norma-norma yang telah mapan.
5.Agama memberikan rasa identitas diri, tentang siapa dan apa dia; sebagaimana dikemukakan Will Herberg, bahwa salah satu cara orang Amerika membentuk identitas dirinya adalah dengan masuk ke dalam kelompok keagamaan.
 6.Agama memberikan status baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individu melalui ritus.
f. Keith A. Roberts
1.Fungsi maknawi, memberikan makna kepada perilaku setiap orang, yaitu mentransendensikan pengalaman setiap orang.
2.Fungsi identitas, memberikan kepada pemeluknya identitas sebagai orang yang beragama yang sekaligus akan mengokohkan kepribadiannya. Pada saat yang sama dengan menyadari identitasnya seorang individu akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya (menidentifikasikan dengan komunitas agamanya)
3.Fungsi struktural, agama berfungsi mempertinggi stabilitas sosial (memperkecil terjadinya penyimpangan-penyimpangan), memperkuat stratifikaksi sosial (adanya pengelompokkan sosial berdasarkan status yang dimiliki atau berkaitan dengan agama), dan mendukung perubahan sosial (adanya perubahan yang didasarkan pada agama).
Dalam agama-agama Hindu Tao dan Kong Hu Cu,ada tiga macam agama dimana aspek komunal yang kuat. Agama Hindu tidak dapat dipisahkan dari masyarakat India, sedangkan Kong HuCu dan Tao tidak dapat dipisahkan oleh Bangsa Cina. Hal ini begitu merata dengan peradaban India dan Cina dimana nama tradisional nama Hindu dan Kong Hu Cu menekankan pembatasan agama pada masyarakat tertentu. Masing-masing Agama terdiri dari beberapa peribadatan
Peran Agama Dalam Masyarakat Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
I.             Definisi Agama Dengan singkat definisi agama menurut sosiologi adalah definisi yang empiris. Sosiologi tidak pernah memberikan definisi agama yang evaluative (menilai). Sosiologi angkat tangan mengenai hakikat agama, baiknya atau buruknya agama atau agama–agama yang tengah diamatinya. Dari pengamatan ini sosiologi hanya sanggup memberikan definisi deskriptif (menggambarkan apa adanya) yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya. Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat kudus” dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama. Agama tidak harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural, tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini terlihat bahwa sesuatu dapat disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri tersebut. Sedangkan menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya. Dalam kamus sosiologi, pengertian agama ada 3 macam yaitu: 1. Kepercayaan pada hal-hal yang spiritual 2. Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri 3. Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural
II. Ruang Lingkup Agama Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup : a. Hubungan manusia dengan tuhannya Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri manusia kepada tuhannya. b. Hubungan manusia dengan manusia Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan tolong-menolong terhadap sesama manusia. c. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya. Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia dapat melanjutkan kehidupannya.
 III. Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut : a. Fungsi edukatif. Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb. b. Fungsi penyelamatan. Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin. c. Fungsi pengawasan sosial (social control) Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu : Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat. Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern. d. Fungsi memupuk Persaudaraan. Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan. Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme. Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll. Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama e. Fungsi transformatif. Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat. Sedangkan menurut Thomas F. O’Dea menuliskan enam fungsi agama dan masyarakat yaitu: 1. Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi. 2. Sarana hubungan transendental melalui pemujaan dan upacara Ibadat. 3. Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada. 4. Pengoreksi fungsi yang sudah ada. 5. Pemberi identitas diri. 6. Pendewasaan agama. Sedangkan menurut Hendropuspito lebih ringkas lagi, akan tetapi intinya hampir sama. Menurutnya fungsi agama dan masyarakat itu adalah edukatif, penyelamat, pengawasan sosial, memupuk persaudaraan, dan transformatif. Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.